[PERNYATAAN] Hari Migran Internasional

Migran Berjuang Bersama untuk Hak dan Martabat dan Lawan Imperialisme!

Aliansi Migran Internasional (IMA)

18 Desember 2025

Kita memperingati Hari Migran Internasional pada tanggal ini. Kami, di Aliansi Migran Internasional (IMA), mengangkat suara kolektif kami untuk menegaskan komitmen yang tak tergoyahkan untuk membela hak-hak migran atas keadilan, kehidupan yang bermartabat, dan lingkungan sosial yang inklusif serta interkultural yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan rasisme. Pada saat yang sama, kami mengecam serangan neoliberal yang terus berlanjut terhadap migran dan keluarga migran.

Ketamakan yang tak terpuaskan dari para kapitalis, kebijakan ekonomi neoliberal, serta utang luar negeri yang kronis dan abusif yang dipinjam dengan izin penguasa yang korup di negara-negara berkembang di global selatan telah membuat rakyat pekerja semakin miskin, memaksa jutaan orang untuk bermigrasi secara paksa, sementara pemerintah dan perusahaan swasta memperlakukan pekerja sebagai komoditas ekspor dan pengiriman remitansi dari migran sebagai keuntungan. Migran seringkali menerima upah yang sangat rendah, bekerja dalam kondisi hidup dan kerja yang tidak aman, mengalami perdagangan manusia, diskriminasi, dan penolakan akses terhadap hak dan layanan dasar. Sementara itu, perang-perang imperialis — dari genosida yang sedang berlangsung di Palestina hingga agresi di Asia Barat, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Pasifik — terus menyebabkan komunitas tergusur, pengungsian migran dan pengungsi yang kemudian harus menghadapi perjalanan berisiko, perbatasan yang dimiliterisasi, ancaman penahanan, dan penolakan hak.

Agresi yang semakin meningkat dari para politisi sayap kanan, yang diperparah setelah kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan AS dan tercermin dalam kebangkitan kekuatan reaksi di Eropa, Asia, dan Amerika Latin, telah memperburuk xenophobia, deportasi massal, dan peng-kambing hitam-an yang rasis oleh para elit. Kekuatan yang sama yang memberlakukan kebijakan keamanan dan pembatasan terhadap migrasi dan mendorong ekspansi jaringan perdagangan manusia dan kejahatan terorganisir kini muncul sebagai aktor yang menertibkan publik dan keamanan warga dengan menggunakan keadaan darurat (negara) dan militerisasi yang didukung oleh Angkatan Bersenjata AS dan sekutu-sekutunya di NATO. Dalam konteks ini, migran dikriminalisasi, pencari suaka didorong kembali ke dalam bahaya, dan pengungsi diperlakukan dengan tidak manusiawi.

Pada saat yang sama, imperialisme iklim — yang berakar pada penjarahan oleh negara-negara dan korporasi imperialis terhadap tanah, air, dan sumber daya di Global Selatan — menggusur jutaan orang setiap tahunnya, sementara 1% orang kaya memperkuat perbatasan mereka dan terus memperburuk krisis yang memberikan keuntungan pada mereka.

Menghadapi skenario-skenario ini, kami tidak akan mundur. Kami bergabung di garis depan untuk memajukan dan membela hak dan martabat kami. Sepanjang tahun 2025, kami meluncurkan kampanye melawan militerisme AS dan penindasan terhadap migran di seluruh dunia. Upaya organisasi kami mencapai puncaknya dalam Pertemuan Global ke-6 yang bersejarah di Kathmandu, Nepal, di mana 164 delegasi dari 28 negara bersatu untuk berbagi dan mendiskusikan analisis, mengadopsi Program Aksi Umum, menyambut 44 organisasi anggota baru, dan menegaskan kembali misi kami untuk menghadapi imperialisme dalam segala bentuknya.

9 Hari Aktivisme Migran dan Pengungsi tahun ini — dari Hari Hak Asasi Manusia Internasional hingga Hari Migran Internasional — sekali lagi menunjukkan kekuatan solidaritas global kami. Melalui aksi terkoordinasi, pendidikan politik, acara budaya, dan mobilisasi publik, kami terus mengorganisir sesama migran, pengungsi, dan masyarakat yang tergusur di seluruh dunia.

Pada Hari Migran Internasional ini, IMA menyerukan tuntutan sebagai berikut:

  • Akhiri migrasi paksa!

  • Akhiri perang imperialis, penjarahan, dan pendudukan!

  • Hentikan deportasi massal, militarisasi perbatasan, dan kriminalisasi migran!

  • Tutup semua pusat penahanan migran!

  • Dukung hak-hak buruh, upah yang layak, dan martabat bagi semua pekerja migran!

  • Pertahankan hak-hak pengungsi atas keselamatan, keadilan, dan kehidupan yang bermartabat!

  • Lawan fasisme, rasisme, xenofobia, dan semua bentuk diskriminasi!

  • Lawan imperialisme iklim dan lindungi komunitas yang tergusur akibat penghancuran lingkungan!

  • Perkuat solidaritas akar rumput global melawan eksploitasi dan penindasan!

Saudara-saudara migran, pengungsi, dan masyarakat yang tergusur: perjuangan kita tidak terpisahkan dari perjuangan para pekerja, petani, perempuan, pemuda, masyarakat adat, dan semua rakyat yang tertekan yang melawan imperialisme — yang utamanya adalah imperialisme AS.

Saat kita memandang ke tahun yang baru, kami memperdalam komitmen untuk membangun sebuah gerakan global yang lebih kuat, lebih luas, dan lebih militan yang mampu membebaskan diri dari eksploitasi dan menciptakan dunia di mana migrasi benar-benar merupakan pilihan — bukan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Mari kita patahkan rantai migrasi paksa!

Hidup gerakan global migran dan rakyat!

Hidup solidaritas internasional!

###

Next
Next

[PERNYATAAN] Pernyataan IMA di Hari Hak Asasi Manusia Internasional