[PERNYATAAN] ALIANSI MIGRAN INTERNASIONAL: ICE KELUAR DARI KOMUNITAS KAMI!
PERNYATAAN SOLIDARITAS DENGAN PEMOGOKAN UMUM DI MINNEAPOLIS
Aliansi Migran Internasional menyatakan solidaritas terkuat dengan para pekerja, migran, dan komunitas di Minneapolis dan Minnesota yang telah melancarkan pemogokan umum bersejarah menuntut ICE keluar dari jalanan.
Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 80 tahun, kelas pekerja sekali lagi menggunakan salah satu senjata kolektif terkuatnya, pemogokan umum. Tindakan ini bukan hanya sebuah protes. Ini adalah pernyataan bahwa ekonomi, jalanan, dan masyarakat itu sendiri tidak berfungsi tanpa tenaga kerja para pekerja dan migran.
Pemogokan ini muncul sebagai respons karena meningkatnya kekerasan yang dilakukan ICE terhadap migran dan komunitas. Pada 7 Januari 2026, Renée Nicole Good, seorang ibu dari 3 anak asal Amerika, berusia 37 tahun, dan pengamat komunitas, ditembak fatal oleh agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat di Minneapolis selama operasi penegakan federal. Sebuah autopsi independen mengkonfirmasi bahwa ia menderita beberapa luka tembak, termasuk luka di kepala yang fatal. Kematian Renée secara resmi dinyatakan sebagai pembunuhan oleh penegak hukum dan memicu gelombang kemarahan serta protes di seluruh Minnesota.
Pada pagi hari 24 Januari 2026 di Minneapolis, Minnesota, Alex Jeffrey Pretti, seorang perawat perawatan intensif Amerika berusia 37 tahun yang bekerja di rumah sakit Veterans Affairs, dieksekusi oleh agen Patroli Perbatasan AS selama operasi penegakan imigrasi federal. Pada saat kejadian, Pretti sedang merekam dan kemudian membantu seorang wanita pengunjuk rasa yang didorong dan disemprot dengan semprotan merica oleh agen ICE. Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) menggunakan alasan bahwa tembakan dilepaskan karena Pretti memiliki senjata api dan dianggap sebagai ancaman bagi agen yang bertugas. Namun, beberapa sumber mengatakan bahwa seorang agen lain telah menyita senjata api resminya dan mengeluarkannya dari lokasi beberapa saat sebelumnya. Pretti ditembak beberapa kali di punggung sampai ia meninggal. Kejadian ini memicu protes yang meluas, tindakan hukum, dan seruan untuk penyelidikan independen, serta memperkuat perdebatan nasional mengenai taktik penegakan hukum federal dan akuntabilitas.
Pembunuhan ini terjadi sebagai bagian dari Operasi Metro Surge, sebuah upaya penegakan ICE yang diperluas yang telah mengganggu kehidupan sehari-hari di seluruh Minnesota dan mengakibatkan penangkapan massal serta ketakutan di lingkungan migran.
Tragedi ini bukanlah insiden terisolasi. Pada awal Januari 2026, setidaknya empat orang meninggal di tempat tahanan ICE, termasuk seorang migran dari Kuba yang berusia 55 tahun, Geraldo Lunas Campos, yang kematiannya ditetapkan sebagai pembunuhan akibat asfiksia saat diborgol oleh petugas di sebuah fasilitas ICE di Texas. Para saksi melaporkan bahwa ia berulang kali mengatakan bahwa ia tidak bisa bernapas saat petugas menggunakan kekuatan (kekerasan fisik).
Rekor dari tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih banyak orang meninggal dalam tahanan ICE jika dibandingkan dengan lebih dari dua dekade terakhir, dengan puluhan migran kehilangan nyawa mereka di pusat penahanan di seluruh negeri dalam kondisi yang padat dan tidak aman.
Migran adalah pekerja. Migran menempati posisi penting. Tapi migran sedang diserang oleh sistem penegakan hukum yang telah berulang kali gagal melindungi hak asasi manusia dasar.
IMA menyetujui bahwa pemogokan umum ini sebagai bagian dari resistensi global yang semakin meningkat terhadap migrasi paksa yang disebabkan oleh perang, militerisme, dan perampokan neoliberalis, terhadap undang-undang anti-migran dan rezim deportasi, serta terhadap penggunaan penegakan imigrasi untuk menekan upah dan membungkam perbedaan pendapat.
Dari Amerika Serikat hingga Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, migran sedang melawan sistem yang sama, sebuah sistem yang mendapatkan keuntungan dari pengungsian, sementara mengkriminalisasi upaya dalam bertahan hidup.
Kami mengapresiasi keberanian para pekerja yang mogok, komunitas migran yang berada di garis depan, serta serikat pekerja, pemimpin agama, mahasiswa, dan organisasi akar rumput yang menjawab seruan ini. Tindakan ini menghidupkan kembali tradisi perjuangan kelas pekerja yang kuat dan mengingatkan dunia bahwa solidaritas lebih kuat daripada ketakutan.
IMA berdiri bersama tuntutan rakyat AS untuk mengeluarkan ICE dari jalanan, mengakhiri penggerebekan, penahanan, dan deportasi, serta membela sepenuhnya hak-hak pekerja migran.
Aliansi Migran Internasional menyerukan pembentukan front bersatu semua pekerja, menyatukan pekerja migran dan lokal di berbagai sektor dan komunitas untuk mempertahankan aksi kolektif, membela hak-hak kita, dan menghadapi penindasan serta eksploitasi bersama.
Aliansi Migran Internasional menyerukan kepada organisasi migran, serikat pekerja, dan gerakan rakyat di seluruh dunia untuk mencontoh apa yang dilakukan oleh rakyat di Minneapolis dan memperkuat aksi kolektif melawan penindasan, fasisme, dan imperialisme.
Hidup solidaritas migran dan pekerja!
Hancurkan ICE dan semua bentuk penindasan!